Nutrisi Untuk Anak

Peduli akan Nutrisi Anak Usia 1 – 10 Tahun

Semua orang tua tentulah peduli akan kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Peduli akan anak tentu orang tua juga peduli akan asupan gizi dan nutrisi yang diperoleh oleh anak. Apalagi gizi dan nutrisi adalah faktor yang cukup dominan terhadap pertumbuhan dan kesehatan anak.

anak makan buah untuk nutrisi anak

Dalam masa pertumbuhannya, anak sebenarnya mengalami beberapa masa tahapan perkembangannya. Setiap tahapan ada pola yang harus diketahui orang tua untuk menghadapi perilaku dan kebiasan anak yang mungkin saja akan mengganggu proses tumbuh kembangnya. Karena berkaitan dengan nutrisi maka yang akan dibahas adalah pola makan sang buah hati.

Tahapan Pada Anak Usia 1-5 Tahun

Anak pada usia ini mulai diberikan makanan padat dengan tahapan mulai dari yang lunak hingga makan padat yang dilunakkan. Anak juga mulai diperkenalkan dengan pola makan menyesuaikan dengan anggota keluarga yang lain. Misalnya dengan jam makan dan jenis makanan lain yang belum pernah dimakannya.

Anak juga sudah diberikan kesempatan untuk duduk sendiri dan makan sendiri. Pada saat inilah untuk menimbulkan minat dan ketertarikan akan makanan, bentuk makanan juga dibuat semenarik mungkin dengan warna dan bentuk yang lucu.

Penyajian makanan dengan bentuk dan warna yang disukai anak sangat penting karena anak biasa akan menolak makanan dengan rasa yang berbeda tidak sesuai dengan yang biasa dimakannya. Misalnya sayur-sayuran, kacang-kacangan dan biji bijian, ikan, daging, minyak dan lainnya. Makanan jenis ini harus mulai diberikan ke anak untuk melengkapi kandungan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan.

Biasanya anak sangat tidak menyukai jika mulai diperkenalkan dengan sayuran. Karenanya perlu sedikit trik agar anak senang dengan sayuran. Salah satunya dengan penyajian. Jika anak terus menolak maka pemberian vitamin tambahan sangat dibutuhkan. Misalnya dengan memberikan madu anak.

ayah bunda bermain bersama anak

Tahapan Pada Anak Usia 6-10 Tahun

Biasanya anak pada tahapan usia ini sudah mulai mengenal lingkungan baru. Seperti lingkungan sekolah atau lingkungan lain rumah teman, tempat les, tempat bermain dan lainnya. Dengan bertambahnya lingkungan baru tentu bertambah juga aktifitas fisiknya.

Bertambahnya aktifitas tentu selaras dengan kebutuhan makannya. Ada berbagai jenis kemungkinan yang bisa terjadi pada tahapan ini.

Pertama, Anak dengan kondisi susah makan dengan bertambahnya aktifitasnya akan membuat anak semakin kekurangan asupan gizi dan nutrisi. Makanan dengan porsi biasa yang biasanya untuk pertumbuhan badan akan terkuras untuk kebutuhan energinya. Ini tentu tidak bagus jika pola makannya baik secara kuantitas dan kualitas tidak meningkat. Maka kebutuhan akan vitamin anak sangat lah dibutuhkan.

Kedua, Anak yang sebelumnya sudah baik pola makannya bisa menjadi anak dengan makan yang berlebih. Biasanya ini disebabkan anak dengan pergaulannya disekolah dan dilingkungan lainnya, termasuk media sosial atau iklan di media (TV) membuat anak sudah mengenal jenis makanan cepat saji dan makanan restoran atau makanan instan lain yang disajikan di supermarket atau jajanan di pinggir jalan. Pada kondisi ini jika tidak diawasi dan tidak dijaga akan membuat anak akan kelebihan berat badan.

Perlunya pengawasan baik pada kondisi pertama ataupun kondisi kedua agar orang tua bisa memonitor dan menakar kebutuhan gizi dan nutrisi anak. Salah satu cara paling efektif adalah dengan membiasakan makan bersama di meja makan dengan mengajak seluruh anggota keluarga.  Selain bisa memberikan makanan yang bergizi dan tersaji dengan baik. Pada kesempatan ini orang tua juga bisa memantau dan mengetahui aktifitas anak dengan bercerita dan saling bertanya. Orang tua juga bisa menceritakan kegiatan mereka dan membagi pengalamannya.

Selain membagi pengalaman perlu juga pada kesempatan makan bersama ini orang tua memberikan nasehat atau masukan akan pentingnya makanan sehat yang kaya akan gizi dan nutrisi untuk pertumbuhan anak-anak. Bisa juga dihubungkan antara kesehatan dan pencapaian cita-citanya, agar anak lebih semangat dan termotivasi untuk meningkatkan kualitas gizi dan nutrisinya.

Ini adalah beberapa contoh dan tips yang bisa dilakukan orang tua dalam menghadapai kebutuhan anak akan gizi dan nutrisinya disesuaikan dengan tahapan usianya.

Masih banyak cara lain yang bisa dilakukan orang tua, yang dibutuhkan hanya keikhlasan sebagai orang tua untuk menjalankan amanah yang telah dititipkan sang pencipta.

Save