Tips Agar Tidak Terjadi Panas Demam Anak Setelah Imunisasi


Panas demam anak yang muncul setelah imunisasi memang kerap terjadi dan boleh dikatakan wajar. Namun tidak semua imunisasi dapat menyebabkan demam. Biasanya, imunisasi seperti polio, campak dan BCG tidak menimbulkan reaksi apapun. Sementara itu, imunisasi lain seperti hepatitis B serta Difteri, Pertusis dan Tetanus (DPT) biasanya menimbulkan reaksi tertentu seperti demam dan rasa nyeri.

Keluhan panas demam dan rasa nyeri tersebut juga biasanya terjadi selama beberapa hari dan disertai dengan mudah rewel dan susah makan. Bagi ibu muda, kondisi ini tentu cukup membuat bingung dan cemas.

Tips Agar Tidak Terjadi Panas Demam Pada Anak Setelah Imunisasi

Tingkatkan pemberian ASI

Jika anak Anda masih berusia di bawah 2 tahun, atau dengan kata lain masih mendapat asupan ASI, maka Anda perlu meningkatkan pemberian ASI. Hal ini disebabkan karena saat panas demam, cairan tubuh anak akan keluar lebih banyak melalui keringat atau urine. ASI dapat mencegah dehidrasi yang dapat memperparah kondisi panas demam.

Selain itu, ASI juga mengandung nutrisi penting yang lengkap, termasuk zat yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh seperti ganfliosida dan immunoglobulin serta whey dan kasein yang bermanfaat sebagai anti-bakteri dan melawan infeksi.

Beri air kelapa

Jika anak sudah tidak minum ASI dan baru saja mendapat imunisasi, masih ada cara lain untuk mencegah terjadinya panas dan demam pada anak. Salah satunya adalah dengan memberinya air kelapa. Air kelapa mengandung ion dan mineral penting yang berperan sebagai isotonik, pengganti elektrolit dan cairan tubuh yang hilang serta menetralisir racun dalam tubuh.

Kenakan pakaian yang berbahan sejuk

Jika anak sudah mulai menunjukkan gejala demam, maka sebaiknya jangan berikan pakaian yang tebal atau menumpuk banyak selimut di atas tubuh anak. Faktanya, hal ini justru membuat panas tubuh tidak dapat keluar sehingga panas demam tidak mudah turun. Solusinya adalah justru dengan memakaikan pakaian yang tipis dan berbahan sejuk pada si kecil untuk membuatnya tetap merasa nyaman.

Berikan dekapan

Saat anak rewel, merasa nyeri, susah makan, lemas dan badannya terasa panas, maka pertolongan pertama adalah dengan memberinya dekapan dan pelukan yang hangat. Dekapan seorang ibu dapat membantu mengurangi stress, meningkatkan perasaan bahagia dan menimbulkan perasaan yang nyaman. Dekapan ibu juga memberikan energi dan sinyal yang positif pada anak.

Kompres dengan air hangat

Air hangat memberikan sensasi rileks dan membuka pori-pori kulit sehingga panas jadi lebih mudah keluar. Untuk mengompres panas memang sebaiknya dengan air hangat, bukan dengan air dingin. Kompreslah pada bagian-bagian tertentu seperti dahi, ketiak maupun telapak kakinya.

Kompres bekas suntikan

Rasa nyeri yang cukup berat memang biasanya akan menimbulkan panas demam dan rasa nyeri setelah imunisasi biasanya terjadi pada bekas suntikan. Jika memang terasa nyeri dan bengkak, kompreslah bekas suntikan tersebut dengan air hangat, tujuannya adalah agar darah tidak membeku.

Biarkan si kecil istirahat

Ketika panas demam pada anak melanda setelah imunisasi sebenarnya dapat hilang dengan sendiri, baik dalam waktu beberapa jam maupun beberapa hari. Jadi langkah mudahnya adalah dengan membiarkan si kecil beristirahat dengan nyaman. Wajar jika ia merasa mudah mengantuk.

Nah demikian tadi beberapa cara agar panas demam tidak menyerang anak setelah imunisasi. Jika panas demam tidak turun dalam waktu lebih dari 3 hari, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: