Jenis-Jenis Batuk Pada Anak dan Obatnya


Jenis-Jenis Batuk Pada Anak

Batuk menjadi penyakit umum yang terjadi pada anak. Tahuka bunda bahwa ada berbagai macam jenis batuk yang bisa dialami oleh anak, oleh sebab itu bunda harus ekstra hati-hati dalam menjaga kesehatan anak. Terutama dari makanan dan aktifitas anak, sebaiknya jangan berikan anak makanan yang akan membuat tenggorokannya sakit seperti makanan yang digoreng tentu saja itu kurang baik. Dalam menjaga aktifitas anak usahakan bunda jangan membiarkan anak bermain di halaman rumah yang banyak debu atau banyak orang yang sedang merokok, tentu itu akan mempermudah anak terserang penyakit batuk atau penyakit lainnya. Di bawak ini beberapa jenis batuk yang dapat dialami oleh anak.


1.Batuk berdahak

Batuk jenis ini membuat tenggorokan anak berisi lendir. Biasanya si kecil juga mengalami pilek, bersin dan demam ringan jika mengalami batuk ini. Anak yang mengalami batuk berdahak bisa jadi tanda bahwa ia sedang terkena flu. Untuk mengatasinya, bunda perlu memberikan anak banyak air terutama minuman hangat. Air akan meringankan rasa gatal di tenggorokan. Sebelum tidur, bunda bisa mememberinya sesendok madu untuk meringankan rasa sakit.

2.Batuk seperti menggonggong

Saat batuk, si kecil bisa saja mengeluarkan suara seperti menggonggong yang biasanya disertai bunyi mencicit dengan nada tinggi saat menghirup udara. Jenis batuk ini juga diikuti dengan suara serak, kesulitan menelan dan bernapas. Batuk ini biasanya disebabkan oleh virus. Untuk mengatasinya, bunda perlu memberikan uap air panas. Siapkan baskom dengan diisi air panas dan biarkan ia menghirup udara yang keluar. Bunda bisa menambahkan minyak esensial atau kayu putih agar tenggorokannya semakin lega.

3.Batuk melengking

Batuk ini membuat si kecil mengeluarkan suara seperti siulan bernada tinggi saat bernapas. Anak yang mengalami batuk ini bisa juga diikuti dengan muntah, demam dan napas pendek. Batuk ini bisa disebabkan oleh pembengkakkan dan peradangan pada saluran paru-paru. Virus dapat menyebabkan peradangan tersebut. Menjaga anak tidak dehidrasi menjadi cara tepat untuk mengatasi jenis batuk ini.

4.Batuk terus menerus pada malam hari


Bunda mungkin pernah mendapati kondisi di mana si kecil batuk tidak berhenti namun tidak diawali dengan gejala flu. Batuk ini biasanya disebabkan oleh infeksi saluran pernapas. Dalam hal ini, bunda perlu membawanya ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dan pengobatan yang tepat. Bisa saja ia mengalami asma atau mengalami infeksi saluran pernapasan yang lain.

  1. Batuk Rejan

Batuk rejan memiliki ciri ciri kerap kali ingin muntah setelah suara batuk berakhir. Terdapat bunyi “whoop” setelah batuk berakhir yaitu disaat anak menarik napas dalam setelah mengalami batuk terus menerus. Jenis batuk ini disebabkan bakteri pertussis. Batuk jenis ini menular melalui cairan yang terinfeksi yaitu ketika penderita tertawa, batukk dan bersin. Apabila anak mengeluarkan bunyi whoop setelah batuk terus menerus kemungkinan besar merupakan gejala batuk rejan apalagi bila anak belum diberikan vaksinasi. Pada bayi yang menderita pertusis harus segera mendapatkan pertolongan dokter karena akan menyebabkan kekurangan oksigen.

  1. Batuk Mengi

Pada jenis ini ditandai dengan bunyi mengi saat anak mengeluarkan napas. Batuk mengi dapat menjadi pertanda terjadinya sumbatan di jalan napas bawah yang disebabkan infeksi pernapasan seperti pneumonia atau bronkiolitis, asma atau juga tersangkut pada jalan napas. Kondisi seperti ini harus mendapatkan penanganan dokter sehingga memiliki obat yang dapat meredakan gangguan yang dialami anak terkecuali anda sudah mempersiapkan obat khusus sesuai resep dokter yang dapat menangani di rumah.

Beda jenis batuk beda jug acara penanganannya. Sebaiknya gunakan obat alami atau jika sudah tidak bisa atau batuknya sudah semakin parah bunda bisa langsung bawa anak bunda ke rumah sakit dan merkonsultasi dengan dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: